Senin, 26 November 2012


Teknik memukul: RIMSHOT!!!




Masih banyak drummer-drummer baru, bahkan yang sudah lama bermain drum tidak mengetahui pukulan yang dinamankan rimshot.
Suatu hari ketika saya menjadi salah seorang tim penilai pada saat audisi festival drum (music) tahun 2000, saya melihat 2 atau 3 orang drummer yang main dengan pukulan yang keras, tetapi kenapa suara snare-nya tetap saja tidak terdengar (terdengar sih, tapi suara pelan dan tidak tajam). Dan sepertinya dia mencoba memukul keras-keras snarenya supaya terdengar, tetapi sia-sia. Kemudian saya lihat yang ternyata dia tidak menggunakan teknik Rimshot pada snare-nya sehingga suaranya pelan dan tidak tajam.
Banyak drummer yang susah payah mencari suara snare yang bagus, sampai-sampai mereka mengganti head, men-tune snarenya dengan tensi yang berbeda-beda dan bahkan ada juga yang sampai membeli snare baru. Mereka tidak tahu kuncinya untuk mendapatkan suara snare yang tajam dan bagus...yaitu Rimshot!
Sebenarnya tidak ada salahnya anda tidak menggunakan rimshot. Teknik memukul biasa sering digunakan pada lagu-lagu country, pop. Tetapi jika anda memainkan musik rock, fusion, funk, latin, jazz dan metal yang anda butuhkan andalah RIMSHOT!
Jika anda belum tahu mengenai rimshot, lihatlah gambar dibawah ini. Ini adalah pukulan biasa. Ujung stick hanya memukul drumheadnya saja, suara yang dihasilkan tidak terlalu fokus apalagi jika dipukul keras dan drumheadnya akan cepat menjadi cekung. Ini adalah pukulan Rimshot. Stick mengenai drumhead dan rim pada snare secara bersamaan, sehingga suara yang dihasilkan nyaring, penuh dan tajam, dengan pukulan seperti ini maka drumhead, rim dan shell akan 'bersuara' sehingga lebih terdengar karakter snare drumnya. Biasakanlah bermain dengan menggunakan teknik ini. Teknik ini merupakan keharusan jika anda hendak rekaman. Jadi, biasakanlah menggunakan teknik ini pada setiap lagu yang anda mainkan.

RUDIMENT/BASIC STICKING

Rudiment/Basic sticking adalah pukulan-pukulan dasar pada permainan drum. Setiap pola pukulan dibawah ini sangat penting untuk dikuasai karena sangat berpengaruh pada permainan drum dan sangat banyak digunakan.
Keterangan: R = Tangan kanan memukulL = Tangan kiri memukul Single Stroke R L R L R L R L Double StrokeR R L L R R L LTriple StrokeR R R L L L R R R L L L
http//:denidrumer.blogspot.com

HOW TO PLAY DRUMS & READ NOTATION



Oleh Denny

Hi KlinikDrummerz pemula! Di artikel ini akan dijelaskan cara mudah untuk memulai permainan drum. Yup, playing drums is easy, but it's hard to mastered it! Nah, jadi siapa bilang kalau main drum itu mudah? :)
Pertama, untuk memulai belajar main drum anda tidak perlu sebuah drum. Yang anda perlukan hanya duduk didepan komputer ini. Lho? Gimana cara? That's easy!!! Buatlah delapan ketukan dengan tangan kanan anda, tapi bunyi hitungan adalah " 1 and 2 and 3 and 4 and" (bahasa inggris). Pada setiap angka dan "and" yang anda sebutkan buatlah pukulan bersamaan dengan hitungan. Lakukan! "one and two and three and four and"Sudah? Nah, itu adalah ketukan 1/8. Ingat, 1/8.
Nah, sekarang buat ketukan dengan tangan kiri pada hitungan "two" dan "four". Tangan kanan tetap membuat ketukan seperti yang pertama. 1 2 3 4... Mulai! "one and two and three and four and".Sudah? mudahkan? Tapi itu belum semua... step terakhir adalah membuat ketukan dengan kaki kanan yang jatuhnya pada hitungan "one" dan "three". Tapi lagi2 tangan kanan dan kiri tetap melakukan hal yang sudah anda lakukan tadi, kaki kanan tinggal memperkaya ketukan2 itu. 1 2 3 4... mulai! "one and two and three and four and...." Wow! Selamat, anda sekarang sudah bisa dibilang seorang 'drummer'. Tapi ingat, itu hanya permulaan. Untuk menguasai drum secara hampir menyeluruh anda setidaknya membutuhkan waktu sekitar 6 tahun, atau bahkan lebih. :)
Pada drumset nantinya, tangan kanan anda ditempatkan pada cymbal hihat (biasanya terletak pada sisi kiri anda) atau cymbal ride yang biasanya terletak di sisi kanan anda. Tangan kiri pada snare drum yang sudah pasti terletak diantara kaki anda dan kaki kanan ditaruh diatas pedal bass drum. Dan anda tinggal melakukan pukulan2 itu dan sambung pukulan itu sehingga membentuk beat yang panjang. Menyambung pukulan2 itu mudah, ketukannya akan menjadi... ""one and two and three and four and one and two and.... dst"
Simak aja ilustrasi ini agar lebih mengerti dan jika dijadikan notasi, hasilnya adalah ilustrasi ini
Click disini untuk mendengar suara drumnya. (Dimainkan 2x)

Apaan sih drum?


Drum sebenarnya bermacam-macam. Ada snare, tom-tom, bass, conga, tymbal, mondo, bedug, tabla... dll, mereka sebenarnya adalah drum, karena memainkannya dengan cara dipukul. Tetapi yang kita bahas adalah DRUMSET, yang bisa dibilang bentuk drum paling modern. Drumset itu sendiri sebenarnya terdiri atas 3 drum, yaitu Snare, tom-tom dan bass drum. Untuk tom-tom masih dapat dibagi dua lagi, yaitu: Mounted tom dan floor tom-tom (tergantung dari peletakan dan diameter saja). Dari ketiga unsur tersebut masih ada beberapa unsur penting lagi, yaitu cymbal, hardware (pedal, hihat stand, cymbal stand, snare stand, tom holder/tom stand) dan drumhead.
Tom-tom terdiri atas berbagai macam ukuran baik dalam kedalamannya dan diameternya. Ukuran suatu drum biasnya ditulis 12x10 yang maksudnya adalah kedalamannya 12 inchi dan diameternya 10 inchi. Diameter tom-tom bervariasi, biasanya tom-tom paling kecil berdiameter 6", dan berlanjut ke 8", 10", 12", 13", 14", 15", 16", 18" dan 20". Ukuran tom-tom 14" keatas dapat digolongkan sebagai floor tom-tom, tetapi tergantung dari peletakannya juga. Tom-tom menggunakan 2 drumhead, atas dan bawah, kecuali pada tahun 70-an dimana tom-dan bass drum hanya menggunakan 1 drumhead saja, dan suaranya jelek sekali. Badan tom-tom atau yang biasa disebut dengan shell terbuat dari kayu. Untuk drum kelas pemula biasanya menggunakan kayu Mahogany dan untuk kelas professional biasanya menggunakan kayu Birch dan Maple. Kayu Birch dan Maple lebih mahal karena menghasilkan suara atau tone yang bulat dan jernih. Kayu pada tom-tom biasanya mempunyai ketebalan dari 4 sampai 10 mm. Semakin tipis kayu maka suara yang dihasilkan semakin kaya dan sensitive. Sedangkan semakin tebal kayu suara yang dihasilkan semakin keras, tetapi suaranya tidak terlalu kaya dan kurang sensitive.
Bass drum tidak terlalu berbeda dengan tom-tom, hanya bass drum mempunyai diameter yang lebih besar, 16", 18", 20", 22", 24" dan bahkan 26" atau lebih. Dan bass drum dipukul dengan menggunakan pedal dan ditaruh dibawah. Tetapi suara bass drum tidak seperti tom-tom yang bersuara "Dung..." tetapi cenderung bersuara "Dug..." (lebih mati suaranya). Kayu bass drum cenderung lebih tebal untuk menghasilkan suara yang lebih keras dan untuk ketahanan drum itu sendiri.
Snare drum adalah drum yang paling berbeda diantara lainnya (dari bentuk dan suaranya). Dan snare drum merupakan unsur utama dari drumset (yang paling sering dipukul). Drum ini biasanya berukuran 10" sampai 15", tetapi yang paling biasa digunakan adalah ukuran 14". Yang membuat perbedaan pada snare drum yaitu pada bagian bawah drum tersebut. Di bawahnya menggunakan kawat-kawat yang berbentuk spiral atau yang sebenarnya dinamakan Snare Wire /Strainer. Benda itulah yang membuat perbedaan pada snare drum. Jika anda memukul head atasnya maka snare wire dibawah segera merespon, dengan cara 'memukul' kembali head bawah dan menghasilkan suara yang tajam. Maka dari itu, sebenarnya 'nyawa' dari snare drum terletak pada snare wirenya. Jika snare wirenya dilepas maka suara yang dihasilkan hampir sama dengan tom-tom.
Cymbal, lagi-lagi merupakan 'nyawa' bagi drumset, karena hampir tidak mungkin bermain drum tanpa cymbal (ibaratnya seperti makan nasi tanpa nasi, nggak makan donk...). Cymbal terdiri atas 4 jenis mereka yaitu:
Hihat cymbal: 'Jantungnya' cymbal dan drum. Berguna untuk menjaga waktu/tempo. terdiri atas sepasang cymbal. berukuran 8" sampai 15". Ukuran standart 14"
Ride cymbal: Sama fungsinya dengan hihat tetapi dengan bentuk dan suara yang berbeda. Hanya terdiri dari satu cymbal tetapi berukuran besar 18" sampai 22". ukuran standar 20"
Crash cymbal: Berguna untuk memberi phrase/nada pada suatu lagu. Berukuran 13" sampai 22" tergantung dari selera pemain.
Efek cymbal: Efek cymbal terdiri atas Splash, bell, china dan swiss. Berguna untuk memberi 'warna' khusus pada suatu lagu. Splash dan bell biasanya berukuran 6" sampai 12" dan untuk china dan swiss biasanya berukuran 16" sampai 22".

Hardware terdiri atas berbagai macam bentuk dan fungsi:
Pedal: Berguna untuk memukul bass drum, juga tersedia double pedal, yaitu pedal yang menggunakan 2 pedal dan 2 pemukul atau beater untuk mendapatkan suara yang lebih pada bass drum.
Hihat stand: Untuk menempatkan hihat cymbal yang terdiri atas 2 buah cymbal sehingga anda dapat membuka dan menutup kedua cymbal itu dengan kaki kiri anda.
Cymbal stand: Untuk menempatkan segala macam jenis cymbal kecuali hihat.
Snare stand: Untuk menempatkan Snare drum dan anda dapat merubah posisinya sesuka anda.
Tom holder/tom stand: Berguna untuk memasang tom-tom.
Drumhead mempunyai ukuran, type, fungsi dan ketebalan yang berbeda. Drumhead terdiri atas 3 bagian; Pertama Batter head, yaitu drumhead yang dirancang khusus untuk dipukul. Kedua, Resonant hanya ditaruh pada bagian bawah tom-tom dan bagian depan bass drum. Head ini tidak untuk dipukul, head ini berguna untuk memberi 'hidup' pada tom-tom dan bass drum. Dan terakhir adalah snare side, khusus hanya untuk ditaruh dibagian bawah snare untuk mendapatkan suara snare wirenya. Snare side merupakan head yang paling tipis. Ingat, tidak untuk dipukul.

Cara memegang stick dan posisi kaki pada pedal







Ada dua cara memegang stick:
1. Matched grip (lihat gambar I)2. Traditional grip (lihat gambar II)


Matched grip mempunyai 2 cara memegang yang berbeda:

A. Closed hand/tangan tertutup dimana pukulan sangat mengandalkan lengan dan pergelangan tangan sehingga pukulan menjadi kaku dan tangan cepat lelah, kecepatannya pun sangat terbatas.
B. Open hand/tangan terbuka dimana ibu jari dan telunjuk yang digunakan untuk menjepit stick, sedangkan ketiga jari lainnya seperti jari tengah, jari manis dan kelingking berperan untuk mendorong stick. Ketika stick yang didorong menyentuh drumhead, maka secara otomatis stick akan memantul kembali, gunakan pantulan itu untuk membuat pukulan berikutnya (ketiga jari mendorong stick itu kembali). Lakukan secara berulang-ulang, seperti mendribble bola basket saja.Traditional grip
Perbedaan grip ini adalah pada tangan kiri, dimana stick dijepitkan di ibu jari dan ditaruh diantara jari tengah dan jari manis. Ibu jari yang berperan untuk mendorong stick. Sedangkan untuk tangan kanan cara memegangnya tidak ada perbedaan, seperti matched grip saja Traditional grip memang lebih sulit untuk dilakukan ketimbang matched grip karena mengontrol tangan kiri jauh lebih rumit. Awal dari Traditional grip
Traditional merupakan cara memegang stick yang pertama digunakan, dimulai dari tahun 1600. Sebenarnya traditional grip diperlukan untuk keperluan drummer marching band pada saat itu yang dimana mereka menaruh snare drum dengan cara mengikatnya (seperti tas) dan talinya dilingkarkan dibahu, sehingga posisi snare drum miring kearah kanan. Karena posisinya miring kearah kanan, maka tangan kiri memakai grip yang berbeda dengan tangan kanannya guna untuk meraih snare drum tersebut (tangan kiri seperti memegang pensil, tetapi stick ditaruh diantara 2 pasang jari dan dijepitkan di ibu jari).
Tahun 1840 drumset baru ditemukan (snare, bass dan tom-tom) dimana tiga drum dimainkan dengan satu orang. Karena traditional grip merupakan kebiasaan turun-temurun yang berawal dari marching, maka traditional grip digunakan juga pada drumset. Kemudian lagi-lagi kebiasaan ini berlanjut dengan akhirnya pada pertengahan tahun 1960, Ringo Starr (drummer The Beatles) mengambil langkah maju dengan memegang stick pada posisi yang sama (tangan kiri sama seperti tangan kanan), sehingga seperti orang yang memegang dua buah palu. Yang kemudian dinamakan matched grip. Ternyata dengan menggunakan matched grip maka dengan mudah pemain drum dapat mengeluarkan power/tenaga yang diinginkan dan juga pukulan pada tangan kirinya menjadi lebih akurat.
Dan akhirnya keduanya pun dapat digunakan sesuai dengan aliran lagu dan selera pemain drum, untuk lagu yang lembut dan memerlukan sentuhan, maka traditional griplah yang 'bebicara', sedangkan untuk memainkan groove/beat yang solid dan lagu yang lebih modern (rock), matched grip yang paling cocok.

Menginjak pedal
Cara menginjak pedal ada 2 macam yaitu:
1. Heel down (lihat gambar A) 2. Heel up (lihat gambar B)

Kedua posisi kaki tersebut dapat dilakukan sesuai dengan aliran lagu dan selera pemain drum. Jika anda pemain jazz (swing, pop jazz) maka heel down merupakan pilihan yang tepat, tetapi jika anda pemain rock atau fusion dan funk maka heel up diperlukan untuk menciptakan groove yang lebih solid karena kecepatan dan kekuatan kaki akan bertambah.
Heel down sangat mengandalkan pergelangan kaki untuk memukul. Jadi, anda jangan berharap untuk medapatkan pukulan yang keras dengan posisi ini, hanya buang-buang tenaga saja.
Heel up menggunakan ujung kaki untuk menginjak pedal sehingga semua tenaga dapat dikerahkan। Untuk mendapatkan kecepatan yang lebih pada saat heel up, posisi kaki dimundurkan sehingga pada saat menginjak pedal (pada saat menginjak pedal kaki jangan ditahan tapi dilepas kembali), maka pedal akan kembali pada posisi semula karena ditarik oleh pegas dan anda tinggal menginjaknya lagi untuk memukul.

Minggu, 03 Juni 2012

Drum-Set; Bagian dan Perniknya


Drum-Set
Drum sebenarnya bermacam-macam. Ada snare, tom-tom, bass, conga, tymbal, mondo, bedug, tabla… dll, mereka sebenarnya adalah drum, karena memainkannya dengan cara dipukul. Tetapi yang kita bahas adalah DRUMSET, yang bisa dibilang bentuk drum paling modern. Drumset itu sendiri sebenarnya terdiri atas 3 drum, yaitu Snare, tom-tom dan bass drum. Untuk tom-tom masih dapat dibagi dua lagi, yaitu: Mounted tom dan floor tom-tom (tergantung dari peletakan dan diameter saja). Dari ketiga unsur tersebut masih ada beberapa unsur penting lagi, yaitu cymbal, hardware (pedal, hihat stand, cymbal stand, snare stand, tom holder/tom stand) dan drumhead.
Drum dan Nama Bagian-bagiannya
Tom-tom terdiri atas berbagai macam ukuran baik dalam kedalamannya dan diameternya. Ukuran suatu drum biasnya ditulis 12×10 yang maksudnya adalah kedalamannya 12 inchi dan diameternya 10 inchi. Diameter tom-tom bervariasi, biasanya tom-tom paling kecil berdiameter 6″, dan berlanjut ke 8″, 10″, 12″, 13″, 14″, 15″, 16″, 18″ dan 20″. Ukuran tom-tom 14″ keatas dapat digolongkan sebagai floor tom-tom, tetapi tergantung dari peletakannya juga. Tom-tom menggunakan 2 drumhead, atas dan bawah, kecuali pada tahun 70-an dimana tom-dan bass drum hanya menggunakan 1 drumhead saja, dan suaranya jelek sekali. Badan tom-tom atau yang biasa disebut dengan shell terbuat dari kayu. Untuk drum kelas pemula biasanya menggunakan kayu Mahogany dan untuk kelas professional biasanya menggunakan kayu Birch dan Maple. Kayu Birch dan Maple lebih mahal karena menghasilkan suara atau tone yang bulat dan jernih. Kayu pada tom-tom biasanya mempunyai ketebalan dari 4 sampai 10 mm. Semakin tipis kayu maka suara yang dihasilkan semakin kaya dan sensitive. Sedangkan semakin tebal kayu suara yang dihasilkan semakin keras, tetapi suaranya tidak terlalu kaya dan kurang sensitive.
Bass drum tidak terlalu berbeda dengan tom-tom, hanya bass drum mempunyai diameter yang lebih besar, 16″, 18″, 20″, 22″, 24″ dan bahkan 26″ atau lebih. Dan bass drum dipukul dengan menggunakan pedal dan ditaruh dibawah. Tetapi suara bass drum tidak seperti tom-tom yang bersuara “Dung…” tetapi cenderung bersuara “Dug…” (lebih mati suaranya). Kayu bass drum cenderung lebih tebal untuk menghasilkan suara yang lebih keras dan untuk ketahanan drum itu sendiri.
Snare Drum
Snare drum adalah drum yang paling berbeda diantara lainnya (dari bentuk dan suaranya). Dan snare drum merupakan unsur utama dari drumset (yang paling sering dipukul). Drum ini biasanya berukuran 10″ sampai 15″, tetapi yang paling biasa digunakan adalah ukuran 14″. Yang membuat perbedaan pada snare drum yaitu pada bagian bawah drum tersebut. Di bawahnya menggunakan kawat-kawat yang berbentuk spiral atau yang sebenarnya dinamakan Snare Wire /Strainer. Benda itulah yang membuat perbedaan pada snare drum. Jika anda memukul head atasnya maka snare wire dibawah segera merespon, dengan cara ‘memukul’ kembali head bawah dan menghasilkan suara yang tajam. Maka dari itu, sebenarnya ‘nyawa’ dari snare drum terletak pada snare wirenya. Jika snare wirenya dilepas maka suara yang dihasilkan hampir sama dengan tom-tom.
Cymbal, lagi-lagi merupakan ‘nyawa’ bagi drumset, karena hampir tidak mungkin bermain drum tanpa cymbal (ibaratnya seperti makan nasi tanpa nasi, nggak makan donk…). Cymbal terdiri atas 4 jenis mereka yaitu:
1. Hi-hat cymbal:
‘Jantungnya’ cymbal dan drum. Berguna untuk menjaga waktu/tempo. terdiri atas sepasang cymbal. berukuran 8″ sampai 15″. Ukuran standart 14″
2. Ride cymbal:
Sama fungsinya dengan hihat tetapi dengan bentuk dan suara yang berbeda. Hanya terdiri dari satu cymbal tetapi berukuran besar 18″ sampai 22″. ukuran standar 20″
3. Crash cymbal:
Berguna untuk memberi phrase/nada pada suatu lagu. Berukuran 13″ sampai 22″ tergantung dari selera pemain.
4. Efek cymbal:
Efek cymbal terdiri atas Splash, bell, china dan swiss. Berguna untuk memberi ‘warna’ khusus pada suatu lagu. Splash dan bell biasanya berukuran 6″ sampai 12″ dan untuk china dan swiss biasanya berukuran 16″ sampai 22″.
Hardware terdiri atas berbagai macam bentuk dan fungsi:
1. Pedal:
Berguna untuk memukul bass drum, juga tersedia double pedal, yaitu pedal yang menggunakan 2 pedal dan 2 pemukul atau beater untuk mendapatkan suara yang lebih pada bass drum.
2. Hi-hat stand:
Untuk menempatkan hihat cymbal yang terdiri atas 2 buah cymbal sehingga anda dapat membuka dan menutup kedua cymbal itu dengan kaki kiri anda.
3. Cymbal stand:
Untuk menempatkan segala macam jenis cymbal kecuali hihat.
4. Snare stand:
Untuk menempatkan Snare drum dan anda dapat merubah posisinya sesuka anda.
5. Tom holder/tom stand:
Berguna untuk memasang tom-tom.
Drumhead mempunyai ukuran, type, fungsi dan ketebalan yang berbeda. Drumhead terdiri atas 3 bagian; Pertama Batter head, yaitu drumhead yang dirancang khusus untuk dipukul.Kedua, Resonant hanya ditaruh pada bagian bawah tom-tom dan bagian depan bass drum. Head ini tidak untuk dipukul, head ini berguna untuk memberi ‘hidup’ pada tom-tom dan bass drum. Dan terakhir adalah snare side, khusus hanya untuk ditaruh dibagian bawah snare untuk mendapatkan suara snare wirenya. Snare side merupakan head yang paling tipis. Ingat, tidak untuk dipukul.

untuk nama-nama dari drum

Sabtu, 02 Juni 2012

Menjadi Drummer Profesional, dan ini tips nya


Menjadi seorang drummer sebenarnya mudah mudah susah, mudah jika kita ada kemauan, susah jika tidak ada kemauan, mudah karena sebuah drum sangat asik di mainkan.
Jika kalian ingin menjadi seorang Drummer atau penggebuk drum, kalian harus mempunyai Stick terlebih dahulu, karena nggak mungkin sang drummer main tanpa stick, mau itu minjam, beli, mencuri, membuat, atau menyembat stick, itu adalah usaha kita untuk menjadi drummer.Ya, itu hanya intermezo kawan-kawan. Untuk menjadi Drummer, kalian setidaknya memiliki sikap dan seperti ini:

1. Disiplin :
Menjadi seorang drumer yang disiplin hukumnya wajib dan tidak bisa di tawar-tawar. Seberapa baguspun permainan anda bila anda tidak disiplin maka anda mendapatkan kesulitan, baik sebagai seorang session player, maupun sebagai member dari sebuah band. Orang tidak akan mau menggunakan keahlian anda bila anda selalu datang terlambat, dan seenaknya di dalam band. Anda harus ingat dan sadar bahwa ketika mereka menggunakan jasa kita sebagai player mereka adalah bos kita, karena mereka mendapatkan bayaran pun dari jasa mereka sebagai seorang player.
Mungkin anda pernah mendengar kasus-kasus pemain musik yang di black list karena ketidak disiplinan mereka sehingga banyak musisi yang enggan menggunakan jasa mereka

2. Menyesuaikan diri dengan lingkungan :
Ketika kita menjadi seorang session player kita harus mempunyai sikap atau mental seorang musisi sejati. Kita harus bisa menyesuaikan kondisi dan situasi di tempat kita bermain. Ketika kita sedang bermain di lounge atau resto cafe kita harus bisa bermain selembut mungkin dan memberikan kenyamanan untuk para tamu agar mereka tidak merasa terganggu dengan musik yang kita mainkan. Namun ketika kita kita bermain di club kita harus bisa bermain dengan powerfull..intinya kita harus bisa menjadi bunglon. Banyak orang terjebak dengan teknik yang mereka miliki dan akhirnya ketika bermain dalam suatu jenis musik tertentu mereka selalu ingin mengeluarkan tekniknya tersebut tanpa sadar mereka sedang bermain jenis musik yang tidak membutuhkan teknik.

3. komunitas :
Didalam bermusik ataupun kegiatan lainnya kita tidak pernah terlepas dari yang namanya komunitas. Komunitas sangatlah penting dan mau nggak mau kita harus mau menjalin komunikasi dengan musisi lain agar banyak orang yang mengenal kita dan kitapun mengenal mereka, sehingga kalau kita banyak dikenal orang maka kita akan lebih mudah mendapatkan teman-teman nge-band, dan orang lain akan merekomondasikan anda

4. banyak mendengar :
Mendengar maknanya sangatlah banyak, namun yang saya ingin tegaskan disini adalah anda harus mau mendengarkan teman-teman anda ketika sedang bermain. Jangan egois dengan diri anda sendiri dan melupakan suara instrumen teman-teman anda. Sudah sangat umum kalau kebanyakan drummer tidak mau mendengarkan instrument lain.si drummer asyik dengan instrumennya sendiri dan tidak pernah memperhatikan harmony, dinamika, dan kontrol sound..
Jadilah drummer yang peka dan peduli, sehingga anda akan dapat merespon dengan baik setiap suara instrument yang keluar dari teman-teman anda

5. Banyak Melihat
Biasakan diri kita dengan melihat berbagai pertunjukan, baik pertunjukan Live Musisi Mancanegara, Musisi Lokal, pertunjukan regular di cafe, acara kampus, ataupun melihat DVD konser dari berbagai band.
Dengan seringnya kita melihat dan mengobservasi banyak band maka wawasan dan ilmu kita akan sering bertambah. Dan harap diingat jangan hanya memperhatikan drummernya saja, namun perhatikanlah band secara keseluruhan. Bagaimana team worknya, aksi panggung, pakaian, sound dan balance antara instrumen satu ke instrumen yang lain
 
6. Mengerti Banyak Rhythm
Mengerti banyak rhythm sangat membantu anda dalam menyesuikan di segala kondisi..karena drummer fungsi utamanya adalah Rhythm Keeper maka sebaiknya anda mempelajari ragam thythm dari Pop/ Rock, Blues, R&B, Fusion, Funk, Latin ( mulai dari Afro Cuban, Afro Brazilian dan Afro Caribian ), Jazz ( Mainstream, Bebop, Contemporer, dll ),Country, bahkan kalau perlu musik tradisional Indonesia.
Ketika anda dimainkan untuk memainkan salah satu rhthm, misal Nanigo atau Mozambique anda tidak akan gelagapan dan mukul menurut interpretasi anda sendiri..karena musik-musik tersebut mempunyai pakek-pakem atau karakteristik sendiri yang kalau dimainkan seenaknya maka feelnya ga akan dapat dan enak.

7. Banyak Hapal Lagu :
Kelihatannya ini hal sepele, tapi boleh percaya boleh nggak, kalau anda mempunyai reportoire lagu yang sangat dan hapal diluar kepala, maka jalan untuk menuju session player lebih jauh terbuka lebar..kalau anda ingin menjadi seorang drummer yang memainkan Classic Rock, maka anda harus menghapal dengan baik bagan-bagan, break, dinamika, dan feel dari lagu tersebut.karena kebanyakan orang bermain Classic rock biasanya sama persis dengan yang ada di kaset, karena penonton pun biasanya hapal bagian per bagian dan mereka menikmati kalau kita bisa bermain dengan semirip band aslinya..
Namun ketika anda bermain musik Jazz, terutama lagu-lagu standar Jazz yang ada di Real Book ( Buku wajiba para Jazzer ), maka anda bisa melihat Real Book tadi sebagai Guide dan selebihnya biarkan imajinasi an kreatifitas anda yang bermain.Namun kalau anda bisa menghapal banyak lagu-lagu di Real Book yang jumlahnya ratusan bahkan ribuan, itu akan lebih baik..namun sebaiknya anda hapalkan lagu-lagu yang umum saja dimainkan oleh musisi Jazz.
( Pengertian dihapal disini bukanlah dihapal sampai Fill In dan cara bermain ) di dalam musik Jazz hukumnya haram kalau tidak ada Improvisasi
 
8. Jamming :
Perbanyaklah diri anda dengan berbagai jamming.datanglah ke berbagai pertunjukan musik regular di kafe atau klub dan tawarkan diri untuk nge-jam bareng dengan musisi lainnya. Dengan jamming ini niscaya anda akan memperoleh banyak teman musisi dan kesempatan anda tentu akan lebih terbuka lebar untuk menjadi musisi / drummer pro


9. Menerima kritikan :
Ini adalah suatu hal yang sepertinya tidak mudah, bukan hanya musisi namun semua manusia susah untuk menerima kritikan.he he
Namun kalau anda ingin sukses dalam kompetisi ini, maka anda harus mau mendengarkan masukan, saran dan kritikan dari musisi lain. Baik yang senior, selevel maupun yang junior..namun yang perlu di garis bawahi disini adalah, tidak semua saran dan kritikan harus kita ikuti. Dengar kritikan yang membangun dan bermutu, dan jangan pikirkan kritikan yang tidak berbobot dan menjatuhkan..
Banyak musisi yang ketika di kritik oleh musisi yang lebih senior atau musisi lain dengan mengerutu dan menyalahkan orang lain, keadaan dan semua kambing hitam lainnya. Kadang anda tidak terima kritikan orang lain karena anda pikir anda sudah jago dan orang lain tidak lebih baik dari anda. Kalau anda renungi sebenarnya itu hanya ego dan kesombongan anda saja, anda merasa direndahkan dan tidak dihargai.. namun anda harus sadar ketika kita bermain di panggung kadang kita tidak bisa melihat seperti apa rupa kita, seperti halnya kita bercermin di kaca, maka kita tidak pernah bisa melihat seperti apa persisnya diri kita kalau kita tidak melihat kaca, apakah cantik, cakep, jelek atau seperti monster.he he. Karena dari itu anda harus mau berbagi dan mendengarkan kritikan musisi lain, dan pasti anda akan lebih cepat maju dan berkembang.


10. Totalitas :
Selalu berikan yang terbaik pada permainan anda, jiwai setiap pukulan dan not-not yang anda mainkan sehingga permainan anda bernyawa dan memberikan vibes yang besar kepada orang yang menonton permainan anda. Semua musisi yang baik dan hebat pasti akan bernyanyi, mereka menyanyikan setiap not yang mereka mainkan dan begitu eksfressif